Kenapa Banyak Siswa Indonesia Masih Takut Bertanya di Kelas?

A
Mr Angga
May 16, 2026
Advertisement

 

Opini Guru Muda dari Surabaya — Oleh Mr Angga

Kalau dipikir-pikir ya Rek…
salah satu tantangan terbesar pendidikan di Indonesia itu bukan soal teknologi, bukan soal kurikulum, bahkan bukan soal AI.

Tapi…
banyak siswa kita masih takut bertanya.

Aku sering lihat sendiri di kelas.
Saat guru tanya:

“Ada yang belum paham?”

Jawabannya hampir selalu:

“Sudah paham, Pak…”

Padahal pas latihan soal, separuh kelas bingung 😅

Sebagai guru dan juga content creator edukasi, aku merasa budaya takut bertanya ini masih jadi masalah besar di banyak sekolah Indonesia.

Dan menurutku, ini penting banget dibahas.


Takut Salah Sejak Kecil

Kalau jujur, banyak anak Indonesia tumbuh dengan rasa takut salah.

Takut dimarahi.
Takut diketawain teman.
Takut dianggap bodoh.

Akhirnya siswa memilih diam.

Padahal dalam proses belajar, bertanya itu justru tanda kalau siswa sedang berpikir.

Di negara dengan sistem pendidikan maju, siswa aktif bertanya dianggap keren.
Sedangkan di beberapa kelas kita, siswa aktif kadang malah dianggap “ramai”.

Nah lho 😅


Sistem Pendidikan Kita Masih Terlalu Fokus Nilai

Ini realita yang menurutku masih sering terjadi.

Banyak siswa belajar demi:

  • nilai bagus,
  • ranking,
  • atau sekadar lolos ujian.

Bukan karena benar-benar ingin memahami.

Akibatnya:

  • siswa takut salah,
  • takut jawabannya jelek,
  • dan lebih memilih diam daripada mencoba.

Padahal proses belajar itu seharusnya tempat aman untuk gagal.

Karena dari gagal itulah siswa berkembang.


Guru Juga Punya Tantangan Besar

Aku paham banget jadi guru itu nggak gampang, Rek.

Administrasi banyak.
Target kurikulum padat.
Jumlah siswa banyak.

Kadang guru juga capek 😅

Tapi menurutku, guru sekarang punya peran penting untuk membangun suasana kelas yang nyaman.

Siswa harus merasa:

  • aman untuk bertanya,
  • aman untuk salah,
  • dan aman untuk belajar.

Karena pendidikan bukan cuma transfer materi.
Tapi juga membangun rasa percaya diri.


Teknologi Bisa Membantu, Tapi…

Sekarang ada AI, ChatGPT, video pembelajaran, dan berbagai tools digital.

Semua itu keren.

Tapi teknologi nggak akan banyak membantu kalau siswa masih takut bicara.

Makanya menurutku:

  • teknologi penting,
  • tapi budaya belajar jauh lebih penting.

Guru modern bukan cuma yang bisa pakai AI.

Tapi juga guru yang bisa membuat siswa merasa dihargai.


Hal Kecil yang Bisa Dilakukan Guru

Aku sendiri masih terus belajar.
Tapi ada beberapa hal sederhana yang menurutku cukup membantu:

1. Jangan Langsung Menyalahkan Jawaban Siswa

Daripada bilang:

“Salah.”

Lebih baik:

“Jawabanmu menarik, coba kita bahas bareng.”

Kelihatannya kecil, tapi efeknya besar.


2. Apresiasi Siswa yang Berani Bertanya

Kadang siswa cuma butuh dihargai.

Saat ada siswa bertanya, beri respon positif.

Karena keberanian bertanya itu harus dilatih.


3. Gunakan Pembelajaran yang Lebih Interaktif

Siswa sekarang beda generasi dengan zaman kita dulu.

Mereka lebih suka:

  • visual,
  • diskusi,
  • video,
  • game,
  • dan aktivitas interaktif.

Makanya guru juga perlu terus upgrade cara mengajar.


Pendidikan Indonesia Sedang Berubah

Walaupun tantangannya masih banyak, aku optimis pendidikan Indonesia terus berkembang.

Sekarang makin banyak:

  • guru kreatif,
  • sekolah yang inovatif,
  • dan siswa yang berani berkarya.

Apalagi dengan bantuan teknologi digital, peluang belajar jadi jauh lebih luas.

Yang penting kita nggak berhenti belajar.

Karena dunia pendidikan akan terus berubah.


Penutup

Menurutku, kelas terbaik bukan kelas yang paling sunyi.

Tapi kelas yang siswanya:

  • berani bertanya,
  • berani mencoba,
  • dan tidak takut salah.

Karena dari situlah proses belajar yang sebenarnya dimulai.

Semangat terus untuk semua guru Indonesia 🙌
Dan untuk para siswa:

Jangan takut bertanya, Rek.
Karena orang hebat itu bukan yang selalu benar, tapi yang selalu mau belajar.

 

Mr Angga - Guru & Content Creator Edukasi

🌐 misterangga.my.id
Advertisement
Angga Kurniawan

Angga Kurniawan, S.Kom

Edukator & Kreator Digital. Mari terhubung dan belajar bersama melalui media sosial saya.